• Home
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemaps

Masuk Aja, Selagi Gratis

Select Menu
  • Home
  • MATKUL
    • ESTETIKA
    • KOM-DAS
    • TIPOGRAFI
    • KEMASAN
  • Iseng
    • PROFILE
    • SHARING
    • STORY
  • Contact Me
Home » Desain » Trik Jitu Dalam Desain Layout

15 September 2014

Trik Jitu Dalam Desain Layout

Unknown
Add Comment
Desain
15 September 2014
Pada postingan kali ini, saya mengambil artikel dari Ryan Gondokusumo (Founder s www.sribu.com ). Lebih lengkapnya bisa langsung aja ke TKP.


Untuk meningkatkan kemampuan desain, Anda sebagai seorang desainer harus dapat melihat beberapa hal kecil yang terkadang sering Anda salah artikan. Selain itu, Anda juga harus memiliki trik-trik agar desain Anda menjadi terlihat lebih menarik dan professional. Anda pasti sering melihat dalam buku atau majalah bukan? Desain layout adalah susunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan ke dalam sebuah bidang, sehingga membentuk susunan yang artistik. Desain layout bertujuan untuk menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi lebih komunikatif, sehingga pembaca tidak kebingungan dengan maksud desain Anda.


Desain layout yang sukses adalah desain layout yang mengikat satu sama lain. Banyak sekali orang yang menganggap bahwa desain layout bukanlah masalah besar. Padahal, desain layout sangatlah penting. Pada dasarnya, letak tantangannya adalah membuat pembaca melihat unsur secara benar dan dalam urutan yang benar. Untuk membuat sebuat desain layout, pertama kali Anda harus mengerti apa aturan dalam pembuatan desain layout. Tentunya Anda tidak harus melakukannya seperti aturan. Anda dapat meningkatkannya level per level.


 ATURAN


Aturan yang dimaksud adalah pemahaman dasar tata letak, jenis, unsur warna, ilustrasi dan fotografi, serta bagaimana pembaca memandang desain tersebut. Banyak pakar desain mencoba menanamkan sebuah layout yang sering disebut dengan pola Z. Pola ini membaca budaya barat sebagai penempatan strategis informasi penting. Dimulai dari kiri atas mengarah ke kanan dan turun ke kiri lagi. Sangat standard dan sederhana. Hal itu pun sudah dilakukan oleh masyarakat dalam pembacaan buku ataupun majalah.



Ada pula beberapa aturan yang sederhana lainnya. Aturan ini berbicara mengenai dasar-dasar desain seperti :


- Gunakan garis perbatasan jika Anda ingin membingkai suatu informasi untuk menarik perhatian. Contohnya sepeti kalender, daftar isi, atau catatan khusus.


- Biarkan tepi kolom teks atau artworks untuk menciptakan ilusi perbatasan.


- Buatlah perhatian mengarah ke kotak atau gambar menggunakan garis batas dengan efek bayangan.


- Buatlah perhatian pembaca mengarah ke elemen penting dengan menggunakan kontras skala, warna dan posisi halaman. Pastikan elemen tersebut memiliki fungsi yang mendukung konten.


- Gunakan huruf besar, tebal, miring atau grafis apapun yang menciptakan sebuah fokus. Gunakanlah elemen dengan bobot visual, intensitas, dan warna yang baik untuk menciptakan fokus yang baik.


- Gunakanlah layout grid untuk membantu Anda mengatur elemen pada halaman. Pastikan bahwa layout grid tersebut fleksibel yaitu tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Anda dapat membagi halaman tersebut menjadi empat bagian atau lima bagian untuk mencapai fleksibelitas yang baik.


- Gunakanlah beberapa kolom untuk mengatur teks dan visual ke dalam blok informasi yang lebih kecil agar lebih mudah dibaca.


- Bagilah teks menjadi dua atau tiga kolom agar mencapai hasil yang baik.


- Gunakan satu kolom yang lebih besar untuk penarikan kutipan atau sejenisnya.


Tetapi, hal tersebut hanyalah aturan sederhana dalam desain layout. Seiring berjalannya waktu, banyak sekali aturan-aturan diatas yang berevolusi. Salah satu evolusi dalam desain layout adalah sistem grid. Menurut Wikipedia :


“Setelah perang dunia II, sejumlah desainer grafis, termasuk Max Bill, Emil Ruder, dan Josef Müller Brockmann, terpengaruh oleh ide-ide modernis Jan Tschichold Die neue Typograpnie (Tipografi yang baru), mulai mempertanyakan relevansi dari halaman konvensional tata letak waktu. Mereka mulai merancang sistem yang fleksibel yang dapat membantu desainer mencapai koherensi dalam mengatur halaman. Hal tersebut menghasilkan grid tipografi modern yang menjadi gaya tipografi Internasional. Sistem Grid dalam desain grafis didesain oleh Müller Brockmann dan disebarkan pertama kali di Eropa dan dilanjutkan di Amerika Utara


Pada pertengahan 1970, sistem tipografi grid menjadi bagian dari desain kurikulum grafis yang telah menjadi standar di Eropa, Amerika Utara dan sebagian besar Amerika Latin. Pada awal 1980, banyak desainer menolak penggunaan sistem grid ini. Ditambah dengan munculnya komputer Apple Macintosh dan hasil transisi dari jenis yang ditetapkan oleh typographers untuk pengaturan sendiri menghasilkan gelombang eksperimen. Sehingga, banyak sekali yang bertentangan dengan ajaran Tschichold dan Müller-Brockmann.”

TRIK PALING KEREN


Bagi kalian yang kebingungan mengenai desain layout tetapi mau terlihat keren, coba deh trik yang satu ini. Pertama, coba Anda gambarkan garis diagonal dari sudut kiri atas ke pojok kanan bawah. Halaman dapat vertical atau horizontal, itu terserah Anda karena hal ini dapat bekerja dalam orientasi apapun.


Selanjutnya, tarik garis dari setiap sudut lain untuk bergabung dengan garis horizontal sebelumnya disudut kanan. Titik garis yang bergabung adalah area perhatian maksimal loh. Tidak percaya? Cobalah lakukan sebuah percobaan. Ambillah lukisan-lukisan terkenal. Lalu dimana hal pertama yang Anda lihat? Setelah itu cobalah untuk menarik garis seperti yang diajarkan diatas. Bagaimana? Anda akan melihat bagaimana seni besar dilakukan dengan menggunakan desain layout ini.


Sekarang mari coba pada halaman majalah atau web dan lakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan. Pertama, coba Anda pikirkan bagaimana halaman tersebut dirancang. Apakah Anda dapat membacanya dengan baik? Dimana mata Anda ditarik perhatiannya saat pertama kali melihat halaman? Apa perasaan Anda saat melihat halaman tersebut? Nah, kemudian mari gambar garis seperti tadi dan lihatlah dimana unsur tersebut jatuh.


Kemungkinannya adalah jika elemen jatuh di daerah dimana garis bertemu (wialayah umum), Anda akan merasa cemas karena mata Anda sedang berjuang untuk melihat halaman tersebut dan otak Anda bingung karena desain layout tersebut melawan arus. Tetapi, jika elemen yang tertata dengan baik, Anda akan merasa semangat, karena mata Anda sudah nyaman dengan desain layout tersebut.

Bagaimana? Hal ini dapat memudahkan Anda loh jika seorang klien mempekerjakan Anda untuk membuat sebuah desain layout. Anda juga dapat memberikan demonstrasi ini kepada klien Anda, untuk memudahkan Anda menentukan desain layout yang baik untuk klien Anda. Dan klien Anda pun akan mengerti alasan dibalik desain layout Anda.

Suka Artikel? Bagikan: Facebook Twitter Google+
0 Komentar untuk "Trik Jitu Dalam Desain Layout"

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Entri Populer

  • Tokoh-Tokoh Pop Art Dunia
    Tokoh-Tokoh Pop Art Dunia
    Richard Hamilton (1922-2011) Lahir: 24 Februari 1922 Meninggal: 13 September 2011 Tokoh yang paling penting dari k...
  • Definisi POP ART dan Sejarahya
    Definisi POP ART dan Sejarahya
    DEFINISI POP ART     Menurut Oxford Dictionary, dari kepanjangan kata Popular Art, yang kemudian di singkat menjadi “Pop Art”. Pop Art...
  • Sisi Kehidupan Malam Kota Jakarta
    Sisi Kehidupan Malam Kota Jakarta
    Kebanyakan orang memiliki persepsi yang negatif begitu mendengar kata kata kehidupan malam  Kota Jakarta. Akan tetapi ternyata tak sem...
  • Tanda, Makna dan Simbol dalam Komunikasi
    Tanda, Makna dan Simbol dalam Komunikasi
        Tanda (sign) adalah sesuatu yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita; tanda mengacu pada sesuatu di luar tanda itu send...
  • Kalian Pasti Tau Nama Orang-Orang Ini, Tapi Apakah Kalian Tau Singkatannya?
    Kalian Pasti Tau Nama Orang-Orang Ini, Tapi Apakah Kalian Tau Singkatannya?
    Pertama Sebagai pembuka kalian pasti tau sosok diatas dong.Beliau adalah Presiden Indonesia ke 3 setelah Sukarno dan Suharto.Beliau d...

Labels

Komunikasi Dasar Desain Sharing Soccer Profil Tipografi Estetika Story

Archive

  • ►  2015 5
    • ►  Januari 5
  • ▼  2014 22
    • ►  Desember 7
    • ►  November 1
    • ►  Oktober 1
    • ▼  September 12
      • Tokoh-Tokoh Pop Art Dunia
      • Definisi POP ART dan Sejarahya
      • Trik Jitu Dalam Desain Layout
      • Komunikasi Massa
      • Komunikasi Organisasi
      • Profil Wonderkid Barcelona : Munir El Haddadi
      • Komunikasi Antarbudaya
      • Komunikasi Kelompok
      • Semua Tentang Komunikasi Publik
      • Mengenal Apa Itu Komunikasi Interpersonal
      • Tipografi dalam Dunia Desain Grafis
      • Komunikasi Verbal dan Non Verbal
    • ►  Agustus 1

Contact

Nama

Email *

Pesan *

About Me

Unknown
Lihat profil lengkapku
Copyright 2014 Masuk Aja, Selagi Gratis - All Rights Reserved
Template By Dian Anarchyta